Setiap orang pernah jatuh cinta, bahkan kidz zaman now jatuh cinta sejak sekolah dasar (katanya sih cinta sejati 😂😜) saat putus, dunia penuh drama karena postingan alay mereka. Eitsss aku bukan mau membahas tentang ke-alay-an mereka ya.
Ketika kalian jatuh cinta, wajah berseri, bibir selalu tersenyum, rambut disisir setiap waktu, menghayal jika dia, seandainya aku dan dia, sering bernyanyi tentang cinta, selalu menceritakan kebaikannya pada kerabat setiap waktu, berkata dia adalah yang paling sempurna, dia adalah pangeran ku. Setiap kali harus memberi kabar, yah paling tidak pesan singkat sms, whatsapp, bbm, atau video call. Untuk memastikan apakah dia baik baik saja, dengan siapa, semalam berbuat apa #ehh 😂 pokok nya kalau lagi jatuh cinta itu semua nya jadi absurd, freak. Sampe tingkahnya ikutan aneh.
Ini tentang cinta, malam ini aku akan tulis bagaimana cinta bisa membuat kita lupa seberapa jauh hidup kita, seberapa banyak usia kita, bahkan tak perduli apakah rasa cinta itu akan menyakiti sebagian orang yang lain? Aku bisa bilang ini gila, sangat gila, cinta yang harusnya gak akan pernah terjadi pada siapapun dimanapun. Cerita ini aku posting hanya demi pembelajaran hidup, petik hikmahnya, jangan tiru yang tidak benar.
Tidak ada yang ingin bercerai, dalam hidup semua orang menginginkan pernikahan yang sakina, mawada, warohma, sampe kakek nenek, bahkan dikubur dalam liang lahat yang sama. 😢. Kita dapat menilai seseorang dari apa yang kita lihat, tapi bukan melihat dari sisi kenapa alasan perceraian itu terjadi. Kenapa aku bicara soal perceraian? Karena, ada pertemuan ada perpisahan, ada jadian ada putusan, ada pernikahan ada perceraian. Setiap manusia ingin hidup bahagia, tidak ada yang berharap diberi ujian berat.
Seorang kawan lama bercerita, dia wanita sangat istimewa. Dia menceritakan semuanya padaku dengan menahan air matanya. Dia seorang ibu rumah tangga, punya anak satu, anak nya seumur dengan anakku. Dia bercerita melalui media sosial whatsap dan video call. Sudah lama sekali tidak bertemu, bahkan tidak pernah bertanya kabar. Suaminya bekerja sebagai guru (sudah pegawai negri), hidupnya sangat bahagia, dengan keluarga kecilnya, apa lagi yang kurang. Suaminya sangat sayang padanya, bertanggung jawab, pekerja keras, jujur, setia. Tapi menurutnya, satu hal yanb buat dia gundah. Rasa cinta nya pada suaminya tidak ada. Perjodohan membuatnya harus menikah dengan pria yang bukan dia cintai. Pertanyaan nya? Kalau gak sayang, gak cinta kenapa bisa ada si buah hati 😜 apa prosesnya gak pake cinta 😅 (intermezzo). Anaknya adalah anak angkat, yang kebetulan orang tua si anak meninggal dalam kecelakaan. Karena dari bayi sudah dijaganya, dirawat sepenuh hati, wajahnya pun agak mirip. Teman ku memang belum juga dikaruniai anak, walaupun sudah menikah belasan tahun. Dalam keluarganya tidak pernah mempermasalahkan soal anak, bahkan suaminya selalu sabar dan menasehati untuk tetap tawakal dan ikhtiar. Yang jadi masalah adalah cinta. Si istri tidak mencintai suaminya, walaupun sudah mencoba belasan tahun. Kalau kata pepatah kuno, tresnoiku jalaran saking kulino (maaf kalau jawa nya kurang pass, saya bukan asli jawa hehe). "Tapi kenapa ya sheil, kok rasa hati saya seperti batu. Tidak ada keikhlasan dalam hati". Katanya. Waduh.... entah ya, kalau kamu tanya sama aku trus aku tanya sama siapa? 😁 cinta gak bisa dipaksain (jawabku)
Aku coba menggambarkan apa yang dia sampaikan selama curhat :
"Kami tinggal seatap, kami makan dimeja yang sama, tidur diranjang yang sama, terkadang tanpa segan suamiku memakai gelas minum ku. Walaupun setelah itu aku menggantinya dengan yang baru. 😢. Aku merasa bersalah hidup terus menerus begini, menghakimi hati orang lain. Kerasnya hati ini bisa membunuh rasa yang ada dalam suami ku". .....
Ehmmm sebentar maaf aku potong, sekarang pertanyaannya, apa suami kamu gak tau tentang ini, tentang pura-pura kamu, tentang cerita bohong kamu selama ini? Pastikan, beda ya. Melayani suami dengan cinta dan tanpa cinta kan beda. Apa suami kamu gak bisa bedain?
"Sebenarnya dia pun sama, dulu dia punya pacar sebelum di jodohkan dengan ku, aku yang sama sekali belum punya pacar. Tapi dia berusaha untuk melupakan pacarnya, jodohnya adalah aku, bukan mantan pacarnya, sampai akhirnya diapun bilang kalau dia benar benar tulus menyayangi ku. Baginya, pepatah kuno itu benar. Tapi tidak untuk ku,aku tidak berani bicara jujur. Aku sangat menghargainya, aku sangat menghormatinya, semua kebutuhannya aku penuhi, semuanya!. Tapi tidak untuk hati. Pada suatu ketika, aku bertemu dengan laki laki yang mulai mencuri pandangku. Aku pekerja sosial, aku sangat memperhatikan penampilan, walaupun usia tak lagi muda, tapi aku selalu terlihat menarik saat menghadiri acara charity atau seminar. Banyak yang mengira aku masih sangat muda, dengan postur badan ramping, ideal. Aku mulai berkenalan dengan laki laki yang usia nya 9 tahun lebih tua dari ku. Dia baik, humble, hangat, lembut, keren, berpendidikan, dia masih single. Berjalan waktu, aku hidup dengan dua alam. Nyata dan maya. 3 tahun terakhir ini, aku bisa dibilang selingkuh. Hanya saja tidak pernah bertemu muka setelah acara malam itu. Jarak dan negara memisahkan kami. Pekerjaan yang selalu sibuk, sehingga tidak ada waktu untuk saling bertemu. Aku pun kembali bersandiwara menjadi istri yang baik dan masih mencoba untuk mengalihkan rasa cinta ku pada suamiku. Tapi, ternyata sia sia. Semakin keinginan ku untuk melupakannya, semakin besar aku rindu padanya, dia tau aku sudah bersuami, dia tau semua nya tentang aku, dia tau perasaanku pada suamiku, aku tau semua nya tentang dia, tapi dia tak pernah meminta ku untuk bercerai, dia tak pernah memohon apapun dari ku, bahkan dia mencintaiku segenap hati, tanpa imbalan apapun. Dia rela single, karena dia takut melakukan hal yang sama dengan ku terhadap istrinya kelak. Dia tidak ingin ada yang terluka. Terkadang, nasehat untuk melupakan nya muncul dari nya. *lupakan aku, hiduplah damai bersama suami mu, dialah yang selalu ada untuk mu, bukan aku.* katanya. Tapi setiap saat aku telp dia, whatsapp dia akan cepat membalasnya, sesibuk apapun dia. Kalau sedang sangat sibuk, dia akan bilang *sayang, nanti ya, aku lagi banyak kerjaan, nanti aku telp ya*. Kami punya waktu tertentu, karena perbedaan waktu 1 jam, maka dia akan paham jam berapa suamiku pulang. Tidak ada yang menarik, kisah ku sangat gila. Bahkan aku sangat ingin bercerai. Karena aku sudah muak dengan semua kebohongan ini, tapi bagaimana caraku menyampaikannya, apa salah suamiku, dia sangat sempurna, dia tak pernah melakukan kesalahan terhadapku, aku bahkan sama sekali gak berani menyakiti hatinya. Tapi aku sangat tersiksa dengan semua ini, kawan. Dengan siapa aku harus bercerita, karena kalau keluargs ku tau, pasti semua orang akan menyalahkan aku, apa yang harus aku lakukan? ".
😢 aku bingung, ada beberapa kawan masih single, bahkan banyak yang sakit hati karena di permainkan laki laki, kenapa kamu justru dapet dua laki laki yang luarbiasa. Kamu istimewa, sobat. Tuha menciptakan kamu sangat istimewa. Aku bukan ustdzah yang bisa memeberikan solusi atas semua masalah yang kamu alami. Kisah mu sangat menyentuh, mungkin akan ada banyak jomblowati yang iri sama kamu, tapi sayang sekali, maaf aku akan bilang cobalah tinggalkan dia, dan jangan pernah lelah mencoba mencintai suamimu. Apapun yang terjadi dia adalah suami mu, sah. Surga mu, ada padanya, bukan pada laki laki lain. Nafsu, kapan saja bisa datang dan pergi, khilaf adalah sifat manusia, jangan kau cerita kan ini pada suami mu, karena dia akan sakit hati dan sangat dalam. Coba lihat wajahnya saat suamimu tidur lelap malam hari. Betapa polosnya, senyumnya kecil, bermimpi tentang bahagianya berada dipelukan isteri tercinta. Bahkan membuat seluruh bidadari surga iri pada mu, ingin punya suami seperti mu. Jangan kamu sia siakan suami mu, baung jauh jauh ego mu, terus berdoa pada Tuhan, untuk menghilangkan nafsu asmara yang membuat hatimu membatu. Kamu gak diperbolehkan memilih, karena kamu wajib memilih suami mu, bukan dia. Aku paham, bagaimana perasaan kamu, cinta gak bisa di paksakan, tapi kamu hidup nyata sekarang. Hidup kamu adalah kamu sudah menikah dan keluarga. Anak angkat mu butuh kamu juga. Bahagia itu bukan dari besar kecilnya cinta kamu sama suami, tapi usaha kamu untuk membahagiakan diri kamu sendiri. Coba cari kesibukan lain, untuk isi waktu luang, untuk melupakan dia. Dan isi brain kamu hanya ada suami mu, mulailah membuka pintu hati, karena selama ini tertutup kabut asmara terlarang. Jika kamu ada niat untuk mengubah segalanya jadi lebih baik, dan perasaan mu juga lega, maka hanya pikirkan suami dan anak mu, bukan orang lain.
Cerita ini sangat gila, don't try this at home. Ambil postive nya saring dan buang yang tak baik. Karena setiap orang punya ceritanya masing masing, jadi punya sudut pandang berbeda. Baik dan buruk kalian menilai kisah ini, mohon untuk tidak menghina, karena mungkin jika selain wanita ini yang menjalaninya mungkin sudah jauh hari bercerai. Dan memilih kabur bersama kekasihnya. Si wanita punya alasan sendiri kenapa tetap bertahan, dan punya alasan kenapa masih menjalani semua kebohongan ini.
Dalam cinta tidak pernah alasan.
Gut nite sobat, semoga besok aku akan dengar kabar baik ya. Amin.
Terimakasih sudah di izinkan untuk menulis kisah mu di blog ku. Thx