Senin, 25 Desember 2017

Life is about learn, not earn. Make it simple to be happy.

Mendengar, lalu menulisnya adalah hal yang paling sulit. Karena dalam merangkai kalimat gak semua berdasarkan apa yang kita alami, tapi orang lain. Banyak sekali kisah yang ku dengar dari para sahabat, kerabat, bahkan orang yang gak ku kenal sama sekali. Kesukaan ku mendengar kisah orang lain dan menuangkannya dalam tulisan ini membuatku banyak belajar apa sebenarnya tujuan hidup ini. Belajar dari pengalaman orang lain, kepahitan, kejenuhan, bahagia, kesedihan, cinta, kebohongan, semua adalah bagian dari cita rasa hidup. Ibarat besi, ditempa untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan, berawal dari besi tua berkarat, berubah menjadi parang tajam dan berkilau.
Banyak orang bilang, cerita hidup ku sangat menguras air mata. Naik turun, berkelok dan harus melalui jurang gelap dan bau untuk mencapai hidup bahagia. Setelah mendengar banyak cerita orang lain, kisah ku bukanlah kisah yang paling buruk. Banyak yang lebih buruk, dengan mendengar, aku mengerti betapa beruntungnya aku. Sebagian pertanyaan yang aku kutip dari beberapa kisah orang lain.

Apakah kamu pernah merasakan sangat tidak bahagia hidup bersama pasangan kamu?
Pernah merasa sendiri, ketika terpuruk dan tidak ada kekasih yang menghibur?
Pernah beda pendapat dengan orang tua, karena jobless?
Pernah merasa diri adalah orang paling jelek, dan tidak beruntung di dunia karena gak juga dapet jodoh?
Pernah berpikir, apa salah dan dosaku hingga Tuhan belum juga mengirimkan pangeran?
Sebegitu burukkah aku, hingga banyak orang yang benci pada ku?
Pernah bertanya, dosa apa yang sudah aku perbuat hingga Tuhan tak selalu melancarkan rezeki ku?

Segudang pertanyaan selalu membuat otak dan hati kita bertengkar. Ratusan bahkan ribuan alasan untuk menghakimi diri agar terlihat tegar didepan orang lain. Setiap orang adalah rapuh. Mereka punya cerita dan luka mendalam sendiri. Tidak ada yang murni bahagia. Sekalipun bergelimang harta, mereka pernah kesepian, pernah jenuh, pernah terluka. Bedanya, orang yang minim uang akan sangat terlihat karena tidak bisa membeli kesenangan. Lalu, apakah semua karena uang? Apakah dengan uang kita bisa bahagia?
Aku adalah salah satu orang yang akan bilang, uang bukan segalanya. Kamu bisa bahagia tanpa uang. How? Semua adalah bagaimana kamu memperlakukan dirimu sendiri. Cari, gali, potensi yang ada pada dirimu. Pupuk, dan potensi itu akan tumbuh subur untuk menuntun kamu menuju titik dimana kamu akan merasa bahagia. Sekarang siapa yang gak punya smartphone? Bahkan setiap orang peduli bagaimana hidup mereka di dunia maya. Hidup ini mobile. Kalau kamu terus terpuruk dan hanya fokus dengan segudang pertanyaan yang dapat membunuh potensi kamu, maka kamu akan tertinggal jauh dengan emak emak yang hobinya ngerumpiin kendaraan orang lain, pakaian bahkan merk tas dan harga aksesoris orang lain. Kamu akan ketinggalan zaman, ketimbang abg alay yang selalu penuh drama. Potensi diri, dapat digali dengan mencari tahu apa sebenarnya tujuan kamu hidup, dreams, goal dll. Apa yang buat kamu senang, dan melupakan pertengkaran otak dan hati kamu. Berpikiran positive, berteman dengan orang orang bermental positive, jauhi mereka yang selalu mengritik kamu dengan tajam hingga kamu merasa jatuh. Jika itu terjadi, kembalilah ke hot button kamu, pikir positive.
Saat aku masih di bangku sekolah, saat belum bisa membagi mana yang harus di buang dan gak tau gimana caranya menyaring. Segala yang ku dengar, ku lihat,semua ku telan mentah mentah. Otak kacau, hati sedih. Setiap hari hanya menangis, kenapa? Kok begini. Setiap hari hanya mengeluh, menyalahkan keadaan, menghakimi Tuhan. Pada akhirnya, semua mempengaruhi kesehatan badan. Metabolisme rendah, berbagai macam penyakit datang, mulai dari yang ringan, hingga Tumor yang membuat berat badan ku terus turun. Rambut rontok, ditambah lagi tanpa adanya support dari keluarga. Berat badan paling maximal 30 kg. Sangat kurus, sangat kecil, dengan tinggi badan hanya 153 cm. Jauh dari ideal. Upsss..... it's not the point, aku hanya ingin share bagaimana sekarang aku bisa survive, dan keluar dari zona pahit masalalu.
Setelah lulus SMA, aku putuskan untuk keluar dari rumah. Pergi tanpa ada yang tau kemana dan dengan siapa aku. Nekat! Modal utama seorang gadis mungil, gadis desa yang sama sekali tidak kenal dunia luar. Aku hanya percaya Tuhan akan menjaga ku. Mulai menemukan sebenarnya aku adalah mutiara. Kesedihan dan pahitnya hidup tidak akan membuat ku terus tenggelam dalam. Ketika aku keluar dari rumah, itu adalah salah satu langkah dimana aku harus menggali potensi diri. Membuat hati dan otak menyatu, dan bekerja sama tanpa argumen. Kebahagiaan ku sudah di mulai!. Perjalanan panjang ku dimulai. I can see what i want, exactly.
Tidak ada yang berhak atas hidup kita, even they are our parents, lovely husband/wife, teachers or everones. Karena kita hidup, kita yang rasa. Mereka berbicara bukan merasakan. Mereka hanya mendengar, dan menelan mentah tanpa melihat bagaimana sulit kita menjalaninya. Menghakimi seseorang dengan kritik pedas, mungkin bagi sebagian orang, adalah lumrah, dan akan membuat kita terpacu untuk kembali bangkit. Pada dasarnya, tidak ada yang suka di kritik, mereka yang suka memuji mu, adalah pembohong yang sebenarnya menyembunyikan sejuta kebencian dan kritik yang kamu tidak suka. Manusia sangat suka di puji, dan di hormati, tanpa disadari, setiap saat kita hidup dalam kebohongan. Fake! Palsu!
Jadilah manusia yang bermanfaat, walaupun hidup tanpa pujian. Jangan sepenuhnya percaya pada senyum orang lain, percaya pada diri sendiri dan terus gali potensi untuk mencapai kebahagiaan. Dengan atau tanpa uang!
Aku hidup sederhana, tidak terlalu ambisi dengan uang. Dan aku hidup bahagia. Jauh dari Tumor yang dulu menggerogoti tubuhku, berat badan yang terus bertambah, hidup dengan beban namun aku letakkan beban ku apabila aku mulai lelah menopangnya. Dan aku angkat kembali beban itu saat aku mulai percaya diri. Tidak ada yang nyata di dunia ini, bahkan senyum dan pujian. Yakinlah Tuhan tidak akan membebani mu diluar kemampuan mu. Yakinlah rancana Tuhan lebih indah dari rencana yang kamu buat. Terus gali potensi dalam diri, satukan hati dan pikiran untuk mencapai kebahagiaan batin.
O ya,,, pekerjaan. Kerjakan apa yang kamu suka, bukan karena terpaksa. Pekerjaan adalah salah satu hal yang paling besar dan paling penting untuk bahagia. Jangan kerjakan sesuatu yang bukan jiwa kamu. Do, what u love!. And love what u do! Pernah denger quote ini kan? Pekerjaan ku sebagai financial consultant, mengharuskan aku mendengarkan keluh kesah orang lain, tentang ekonomi, kebutuhan, dan rencana masadepan keluarga. Mencari solusi terbaik terhadap pendidikan dan pensiun mereka. Tidak bermaksud promosi, tapi saya sangat mencintai pekerjaan ku. Aku dapat bertemu banyak orang, memahami setiap karakter manusia, belajar dari setiap detail cerita hidup orang lain. Mencari solusi bersama, menghargai pendapat orang lain, yang terpenting, mendapat kelaurga dan teman baru. Coz, life is about to learn, not to earn. Hidup itu harus bermanfaat bagi orang lain. Bukan untuk mencari manfaat dari orang lain. Hidup butuh uang untuk makan dan segala kebutuhan, tapi banyak kebahagiaan yang bisa kamu raih tanpa diperbudak oleh uang. Disini aku coba menyampaikan bahwa apapun pekerjaan kamu, lakukan dengan ikhlas dan penuh cinta, tanpa keluhan. Maka kamu akan mendapat apa yang kamu inginkan. Fokus pada apa yang buat kamu bahagia, tinggalkan apapun yang membuat fokus kamu terbagi.
Tulisan ini bukanlah untuk seseorang, kamu, dia, mereka, tapi aku pun belajar. Jangan pernah berhenti belajar. Karena ketika kita berhenti belajar, kita akan menjadi sombong merasa paling pintar, dan kesombongan akan membunuh potensi kamu.
Semoga bisa bermanfaat, jadilah manusia berjiwa besar.

Share jika bermanfaat, komen jika ada saran.
Menebar cinta dengan tulisan.

YSheilahermansah
Photo by ysheilahermansah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Steak tempe Terinspirasi dari suami yang suka banget sama tempe, bosen kalau cuma di goreng gitu gitu aja. Jadi saya coba olah dengan cara...